Galvanisasi hot-dipadalah cara yang sangat efektif untuk melindungi logam dari karat. Ini banyak digunakan pada semua jenis struktur logam di berbagai industri. Prosesnya melibatkan pencelupan logam seperti baja, baja tahan karat, atau besi tuang ke dalam logam cair atau paduan untuk membuat lapisan pelindung. Saat ini, produk ini merupakan perawatan permukaan baja yang paling populer dan hemat biaya di seluruh dunia.
Diciptakan pada pertengahan abad ke-18, baja galvanisasi hot-dip berevolusi dari metode pelapisan seng sebelumnya dan kini telah digunakan selama hampir empat abad. Hingga saat ini, teknik ini masih merupakan teknik yang paling umum dan sukses untuk mencegah korosi baja.
Dr. Jean-Baptiste Malouin melakukan uji coba eksperimental pertama pada baja galvanisasi hot-dip dan mempresentasikan temuan inovatifnya kepada Akademi Kerajaan Prancis.
Stanislas Sorel dari Perancis mengajukan paten untuk baja galvanis hot-dip. Ia memperkenalkan ide penggunaan pelindung galvanik untuk menjaga baja agar tidak berkarat, yang berarti melapisi permukaan besi dengan seng. Pada tahun yang sama di Inggris, William Crawford mematenkan metode galvanisasi yang menggunakan amonium klorida sebagai fluks. Berkat berbagai perbaikan selama bertahun-tahun, teknik dasar ini masih digunakan sampai sekarang.
Tadeusz Sendzimir, seorang insinyur Polandia yang brilian dan tokoh terkemuka dalam metalurgi modern, membangun jalur galvanisasi hot-dip strip kontinu pertama di dunia menggunakan metode reduksi hidrogen di Polandia. Dia mendapatkan paten AS untuk proses ini, dan pada tahun 1936-1937, lini skala industri yang menggunakan namanya mulai beroperasi di Amerika Serikat dan di pabrik baja Maubeuge di Prancis. Terobosan ini membuka babak baru dalam galvanisasi strip baja yang berkesinambungan, berkecepatan tinggi, dan berkualitas tinggi.
